Posts Tagged ‘kempen’

Munajat Di Kala Pemilu

Februari 29, 2008

Saya keluar rumah dari Dato Keramat menuju ke pejabat РDanau Desa Рdengan keadaan hingar bingar dan semput-semputan. Kereta bergerak perlahan sambil mengesot macam anak kecil yang baru mau belajar meranggak. Semua mobil dan spedar berbaris panjang macam mau masuk bilik darjah. Pelan-pelan sambil melintasi orang yang memegang bendera merah ditangan. Dia Рorang itu, selalu melambai-lambaikan benderanya.

Selepas melintasi orang itu, seperti anak murid yang telah melangkah masuk bendul pintu, maka berlarianlah menuju ke meja sendiri. Maka begitulah para mobil dan spedar tadi yang telah berlama-lamaan sambil mengetib bibir masing-masing kerna pasti mereka akan tiba lewat di kantor masing-masing.

Lalu malamnya pula saya ke Bukit Bintang, ketemu sama pyan Рempunya ikatkata Рdan seperti siangnya itu lah, maka saya terpaksa mengambil jalan yang jauh walhal dari tangga rumah saya ke Bukit Bintang itu hanya mengambil masa sekitar 15 minit. Ini kerna jalan ditutup Рbikin jalan baru [naik taraf].

Kemudian saya berpikir, mengapa tak dinaik taraf saja jalan itu pada bulan June nanti, atau Agustus saja? Atau Disember tahun lalu? Mengapa jalan itu mau diganyang ketika pemilu mampir? Hummmm apakah ini bisa kita panggil sebagai Jalan Raya Politik? Mungkin juga.

Dan dengan sengaja juga, seluruh massa yang ada menunjukkan bahawa manusia-manusia yang pemurah bermunculan meghulur tangan menggapai salam marga marhain. Begitu juga manusia yang dhaif yang selama ini tertindas dengan kejamnya dunia mendapat habuah dari bantuan ikhlas orang “dermawan”. Para peneroka mendapat rumah baharu, para petani dibantu, dan dengarnya nanti akan dibuka sekolat Tamil baru di satu kawasan.

saya terus bermonolog lagi; apakah hantu pemilu itu sungguh menggerunkan sehingga para politikus kita berlomba-lomba mau buat kebajikan, seperti esok sudah tiada.

Kan indah kalau tiap-tiap tahun Pemilu dijalankan. Pasti banyak para dermawan dan para manusia berjiwa rakyat datang membanting tulang menolong umat.