Bercakap Dengan Pokok

By tinjau

+ “Kau percaya aku boleh bercakap dengan pokok?”

- “Aku percaya. Itu Istidraj” [perkara luar biasa yang ditolong setan]

+ “Hummm mungkin kau tak percaya, tapi itulah kebenarannya. Kau akn mengapai maqam ini apbila kau ikhlas dan mengenal diri engkau”.

- “Aku percaya kepada apa yang nyata dan datang dari 2 sember – kitab dan utusan tuhan”.

+ “Aku juga. Semuanya dari 2 sumber tadi”.

- “Tapi sepanjang aku bercakap dengan kau, hujjah kau tak ad satupun yang disandarkan kepada 2 sumber tadi”.

+ “Kau terlalu ta’sub dengan wahabi. Kau perlu mendalami banyak lagi ilmu terutama ilmu mengenal diri”

- “Kau mungkin tak tahu, setiap aliran Islam yang aku ketahui, aku telah melazimkan diri dengannnya. Tapi semuanya makin memantapkan keyakinan aku kepada ajran Islam yang asli – itulah wahabbi. Kau tau ajaran wahhabi?”

+ “Tidak”.

- “hummmm”.

+ “Aku risau kau makin tersesat”

- “aku juga risau ko terus tenggelam dalam kesesatan. Apapun aku mau mendalami pemahamn ko”.

Aku keluar dari kereta Azim dan berdoa agar dia mengerti akan teks-teks silam yang berusia ratusan tahun.

Nyata dia tak pernah membaca sejarah dan teks-teks agam yang ditulis para ilmua Islam silam.

Label: , , ,

Tinggalkan jawapan