Di hujung jalan beting yang terbentang ditengah-tengah lautan luas – antara dataran yang barakah dan tanah yang berantakan, di gerbang yang terpacak di tanah berantakan itu tertulis sebuah kalimat yang menusuk jiwa, yang menggambarkan beting itu adalah sebuah neraka – tiada manusia pernah melepasi beting itu, tiada jiwa yang pernah sampai di daratan barakah sana:
“Tinggalkan segala harapan”.
Lalu kata seorang wanita yang mengandung anak sulung kepada teman-teman pelariannya:
“Bagaimana kita mahu tinggalkan harapan sedangkan hanya itulah satu-satunya yang kita miliki”
– Avatar: The Lagend of Ang
Februari 28, 2008 at 12:38 pm |
Pendek… tafi bikin terharu dan menampar